Minggu, 14 Maret 2010

It's Fun and It Works!

creAdtive sharing “ It’s fun and it work”
Ambient media & unconventional media
Ruang seminar DKV ISI Yogyakarta, Rabu 17 Maret 2010.
Jam 14.00 WIB
Gratis!

Speakers:
• Robi Mesin Perang
• Iqbal Rekarupa

Moderator:
Ipung kurniawan

Support doorprize :
- 16+
- Nichers
- ARS (junal seni rupa dan desain)
- Disko komik club

Kreatifitas dalam mengeksekusi media periklanan dan menciptakan
terobosan baru dalam beriklan merupakan syarat mutlak berhasilnya suatu strategi promosi. Menurunnya efektifitas beriklan melalui konvensional media, seperti media massa mendorong pemasar dan agen periklanan untuk menciptakan sebuah media beriklan yang baru untuk memikat perhatian audiens. Ambient media atau lebih populer disebut sebagai media lingkungan yang berkembang pesat akhir-akhir ini
merupakan salah satu terobosan kreatif dalam iklan jenis non konvensional media. Semangat yang dibawa oleh ambient media adalah memberikan pengalaman yang tidak terlupakan (memorable expeperience) kepada konsumen. Dalam perkembangannya, ambient media memanfaatkan dan mengintegrasikan lingkungan sebagai bagian dari iklan itu sendiri. Ambient media seringkali tidak menampilkan pesan verbal dan namun sifatnya yang unik dan tampil berbeda juga membujuk media lain untuk tidak segan meliput momen tersebut, sehingga ambient media seringkali menciptakan sebuah pembahasan dan menjadi topik pembicaraan di tengah masyarakat. Ambient media dapat dikatakan efektif dan menjadi solusi apabila media tersebut mampu menyedot perhatian audiens dan menumbuhkan identitas merk (brand identity) yang positif di benak audiens. Disebabkan ambient media sangat terkait dengan lingkungan maka eksekutor media perlu mempertimbangkan aspek sosial dan budaya, sehingga tidak memberi
kesan mengganggu atau mengotori lingkungan di lokasi yang akan digunakan. Di Indonesia, terutama di kota-kota besar, keberadaan ambient media sudah mengisi berbagai sudut di ruang kota. Hal ini membuktikan bahwa ambient media sudah menjadi salah satu media yang banyak dilirik oleh pemasar, meskipun jika dibandingkan dengan negara-negara lain jumlah ambient media di Indonesia bisa dikatakan masih terbatas.
(*Int. Studio Diskom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar